Diskripsi Tsunami Melanda Matahari

Badai Matahari

Bayangkan jika tsunami maha dahsyat yang luar biasa mematikan,dengan ketinggian gelombang sampai 100.000 km,mendadak menerjang dengan kecepatan 900 ribu km/jam dengan mengangkut energi 2.400 megaton atau 120 ribu kali lipat lebih dahsyat di banding bom nuklir Hiroshima.Adakah yang masih tersisa ketika tsunami ini menghantam pantai ?

Sebagai pembanding, tsunami yang jauh lebih kecil dan ketinggian gelombangnya "hanya" 34,5 m dan kecepatan gelombangnya hanya 700 km/jam yang di bangkitkan gempa mega thrust Sumatra-Andaman 26 Desember 2004 (9,1 skala magnitude)telah merenggut korban lebih dari 250 ribu jiwa,selain kerusakan infrastruktur yang teramat parah.Tapi masih ada tsunami maha raksasa dan memang benar-benar nyata,namun terjadi di lokasi sejauh 150 juta km dari bumi.

Tsunami super dahsyat itu terjadi di matahari akibat pelepasan jutaan ton plasma super panas secara mendadak dari atmosfer terluar matahari menyusul gejolak badai matahari.Meski kedahsyatannya luar biasa,tsunami matahari hanya bisa di amati dari satelit lewat kamera terbaik yang bekerja pada spektrum sinar ultra ungu.

Ilmuwan telah mencurigai eksistensinya sejak 1997 lewat bidikan satelit solar and heliospheric observatory (SOHO) yang memonitor matahari tanpa henti selama 24 jam perhari melalui orbit uniknya di titik Lag range yang sejauh 1,5 juta km dari bumi.Saat itu SOHO merekam adanya pantulan gelombang di lubang korona (lubang garis gaya magnet di atmosfer matahari) dan goyangan semburan lidah api.

Namun keberadaan tsunami matahari baru di pastikan pada tahun 2009 melalui satelit solar terestrial relations observatory (stereo),yakni sepasang satelit dengan geometri orbit demikian rupa sehingga keduanya menempati kedudukan saling tegak lurus jika di lihat dari matahari.

Peristiwa badai matahari 13 Februari 2009 yang di lepaskan oleh bintik matahari (sunspot) nomor 11012 yang menyibak rahasianya.Tsunami matahari adalah tekanan kuat akibat gangguan magnetik yang terjadi di plasma (campuran proton dan elektron bebas)bersuhu 6.000 derajat Celsius di permukaan matahari.Permukaan matahari bisa di ibaratkan sebagai samudra karena kerapatan fluidanya hampir sama dengan air (yakni 1,4 gram/cm3)sehingga gelombang yang menjalar melewatinya pun bagaikan gelombang air.

Tsunami muncul akibat badai matahari yakni ketika arus konveksi dari bagian dalam matahari yang telah lama tertahan oleh tembok gangguan magnetik di permukaan matahari berupa bintik sanggup menjebol tembok tersebut.Arus selanjutnya terlepas ke atmosfer matahari dalam waktu singkat sehingga nampak sebagai ledakan (flare) yang menyemburkan massa partikel dan foton berenergi tinggi.Tak jarang sebuah ledakan sanggup menyemburkan 10-100 juta ton elektron dan proton berkerapatan tinggi ke angkasa sebagai coronal mass ejection ke angkasa berkecepatan 1,08-1,8 juta km/jam yang memiliki kuat medan magnet hingga 10 Gauss.Lepasnya massa jutaan ton inilah yang menyebabkan tekanan sangat kuat sehingga membangkitkan gelombang magneto hidro dinamik cepat ketinggian awalnya demikian besar,mencapai 1/13 diameter matahari,yang selanjutnya menjalar melewati plasma ke segenap penjuru permukaan matahari sebagai tsunami.

Tsunami matahari sama sekali tak mengganggu Bumi mengingat fenomena tersebut hanya terjadi di permukaan matahari.Sebaliknya fenomena ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan prediksi aktivitas matahari khususnya terkait badai.Yang telah lama menjadi perhatian mengingat daya destruktif.Meski bila di bandingkan Venus,Bumi lebih tahan terhadap ancaman badai matahari berkat selubung medan magnetnya.Pada Venus tanpa adanya medan magnet,arus elektron dan proton dari badai matahari membuat suhu atmosfernya secara mendadak naik hingga 150 derajat Celsius sebelum kemudian turun ke 90 derajat dalam 5-7 menit sehingga berdampak sangat signifikan pada iklim Venus.

Badai Geo magnet Pada Bumi,pemanasan atmosfer tidaklah terjadi.Dan kenaikan suhu permukaan Bumi sebesar 0,36 derajat (rata-rata) sejak 1970,kurang dari sepertiganya saja yang di sumbangkan oleh badai matahari.Bahaya terbesar berasal arus elektron dan protonnya,yang oleh sabuk radiasi van Allen akan di belokkan ke kutub-kutub geo magnet sehingga takkan sanggup mencapai permukaan.Namun gerakan proton dan elektron sebagai partikel bermuatan listrik di medan magnet Bumi akan menciptakan badai geo magnet,yang memicu terbentuknya arus listrik induksi geo magnetik sebesar ratusan hingga ribuan ampere.

Pada masa ketika sektor-sektor infrastruktur di Bumi seperti sumber energi (pembangkit listrik,stasiun bahan bakar dan gas) transportasi (sistem navigasi berbasis satelit),layanan darurat,jaringan komunikasi,birokrasi pemerintahan dan militer serta layanan finansial saling bergantung satu sama lain,arus induksi badai matahari mampu melumpuhkan semuanya secara bersamaan.Pada badai matahari 13 Maret 1989 misalnya,terjadi medan geo magnet induksi sekuat 500 nT sehingga arus induksi yang di ciptakannya membakar gardu induk stasiun pembangkit listrik Hydro-Quebec dan akibatnya 6 juta penduduk Kanada mengalami kegelapan selama 9 jam.Kanada pun lumpuh kembali pada bulan Januari 1994 ketika badai matahari merusak 2 satelit komunikasi Anik yang berada di orbit geo sinkron (36.000 km dari permukaan Bumi) di mana biaya perbaikannya satelitnya saja mencapai 70 juta dolar AS.Dan pada bulan Desember 2005,radiasi sinar-X dari sebuah badai matahari membuat sinyal salah satu satelit Naystar GPS terganggu selama 10 menit.

Satelit menjadi target paling sensitif karena mayoritas tidak di lengkapi perisai alumunium setebal = 5 g/cm2 atas pertimbangan ekonomis.Simposium Fisika Matahari di AS pada 22-23 Mei 2008 memprediksikan dampak badai matahari mendatang bakal melebihi dampak topan Katrina,bila kekuatannya setara badai matahari Maret 1989.Di prediksikan 350 gardu induk berpotensi rusak permanen yang akan membuat 130 juta penduduk AS terperangkap dalam gelap sehingga dampak sosialnya pun cukup besar.

Badan antariksa seperti NASA dan ESA di minta bersiap-siap untuk kehilangan paling tidak 60 % satelitnya yang berada di orbit Bumi.Upaya pemulihan di perkirakan akan menelan biaya 1 triliun-2 triliun dolar AS untuk kurun waktu 4 hingga 10 tahun pascabadai.Dalam situasi di mana ekonomi global sedang di terjang resesi besar dengan skala tak terbayangkan,prediksi kerusakan berskala besar sungguh menyedihkan.Selain menyiapkan usulan rencana tanggap darurat dan mitigasi dalam bentuk penguatan gardu-gardu induk,simposium juga mengusulkan perbaikan sistem peringatan dini di bawah kendali NOAA dengan biaya 6-7 juta dolar AS per tahun.Oleh Muh Ma’rufin Sudibyo/merdeka.com

 
Support : Hobi
Copyright © 2014. Hobi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger